Pemanfaatan Kompos Rumah Tangga Dengan Keranjang Takakura

JEPARA –  Sebagai salah satu wujud gerakan peduli lingkungan, Tim KKN desa Kriyan mengadakan penyuluhan cara mengolah sampah rumah tangga menjadi pendapatan tambahan bagi masyarakat. Diantaranya pengolahan sampah organik menjadi kompos, penerapan bank sampah, dan pemanfaatan barang bekas untuk membuat tanaman hidroponik. Penyuluhan ini dilakukan bersamaan dengan kegiatan rutin PKK RT 17 yang diselenggarakan pada Senin (26/07). Sebanyak lebih dari 30 anggota PKK mengikuti penyuluhan ini dengan antusias.

Penyuluhan ini dilakukan untuk menanggapi masalah yang selama ini belum terselesaikan di desa Kriyan. Belum adanya tempat pembuangan akhir menimbulkan kesulitan bagi masyarakat untuk mengelola dan membuang sampah, sehingga kebanyakan masyarakat membuang sampah secara sembarangan atau membakarnya. Selain itu kurangnya kesadaran masyarakat untuk mengelola sampah yang masih rendah juga menjadi salah satu alasan kenapa penyuluhan ini dilakukan.

“Alasan kami mengadakan program ini karena kami banyak menemukan spot-spot pembuangan sampah yang sembarangan, seperti lapangan dan sungai. Selain membuang sampah sembarangan, masih banyak juga masyarakat yang membakar sampahnya, yang sebenarnya itu tidak karena bisa merusak lingkungan sekitar. Hal ini juga sudah dikeluhkan oleh hampir seluruh masyarakat desa kriyan,” jelas Wiangga Febranto R, salah satu anggota Tim KKN Desa Kriyan.

Dalam penyuluhan ini, selain memberi pengertian tentang pentingnya mengelola sampah dan pemilahan sampah yang baik, masyarakat juga diajarkan cara membuat kompos skala rumah tangga dengan menggunakan keranjang takakura. Cara pembuatannya yang sangat sederhana dan barang yang mudah dicari, menjadi daya tarik tersendiri agar masyarakat mau mengelola sampah menjadi kompos.

 

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan